Ksatria Greystone [Bag. 2]
September 23, 2008
Intrik di Menara Jingga
Dihempaskannya meja saji dihadapannya, pemimpin klan Subterranean Termite berbadan kekar itu murka bukan kepalang. Kepala bulatnya seperti helm para Globullar[1] menanduk-nanduk apa saja dalam jangkauannya. Sekarang pandangannya tertuju pada Bellickosus. Penglima yang membawahi duaratus ribu Elite Nasute[2] itu mundur selangkah, tersenyum kecut. Sambil menelan ludah ia bermaksud menjelaskan keadaan dan situasi peperangan, namun sang tuan lebih dulu memotong kalimatnya.
“Siap, Lord Nassutz!” jawabnya tegas.
Ia memang berhak geram, keseriusannya menonton gulat para Stag Beetles[3] terganggu dengan kedatangan berita tidak menyenangkan, kekalahan telak di pertempuran memperebutkan kota Chameleon Base. Padahal yang didambakannya saat ini adalah kalimat ‘mission accomplished’ terucap dari mulut sang jenderal. Kota yang wajib ada ditangannya sebelum berakhir musim gugur ini sudah lama tercatat dalam agenda rahasianya. Sebuah misi terselubung dibalik rencana pendudukan yang para penasehat militernya termasuk perdana menteri saja tidak mengetahuinya kecuali putera mahkota. Hanya di tangan kedua sahabat inilah rahasia besar yang masih tetap menjadi misteri itu tersimpan rapi.
“Segera adakan rapat darurat. Utus kurir keseluruh sentral komando, panggil semua panglima angkatan bersenjata!” Perintahnya.
Derap langkah pasukan Globullar mengawal sebuah tandu bergema memasuki Ruang pertemuan. keluar dari balik tirai Ratu Rhinoa Elithrya diiringi barisan pelayannya. Ratu bangsa rayap itu berkenan hadir dalam rapat darurat untuk menyampaikan pandangannya mengenai situasi terakhir pasca ‘Autumn Operation’, sandi yang digunakan dalam agresi pembebasan Chameleon Base. Dalam dunia serangga, peran seekor ratu amat berpengaruh terhadap arah dan pola kebijakan politik sebuah koloni. Ratu rayap bukanlah pengecualian, setiap kata dalam ucapannya merupakan hukum negara, setingkat dengan undang-undang yang dipegang oleh Majelis Agung. Hirarki dan kasta, sifat anthroposentris[7] dalam kehidupan koloni ini tergambarkan secara apik, bak simfoni interaksi masing-masing individu memainkan perannya.
Kegagalan ‘operasi musim gugur’ yang dipimpin jenderal Bellickosus disebabkan kekeliruannya membaca langkah strategik yang dilakukan musuh. “Kelincahan gerak serdadu semut amat sulit diprediksi” kilahnya. “Setiap manuver menghasilkan efek serangan yang bervariasi dan mematikan. Terkadang tusukan-tusukan ke jantung pertahanan hanyalah pengalihan saja, sedangkan serangan yang sesungguhnya adalah menghancurkan divisi logistik yang jauh dibelakang garis pertempuran”.
Rapat melelahkan itu berlangsung semalaman. Poin penting yang dihasilkan salah satunya adalah pengalihan tugas kepemimpinan Autumn Operation dari Jenderal Bellickosus kepada Pangeran Cubitermius Elithrya, putera mahkota kerajaan rayap. Walaupun pola kerajaan mereka menganut sistem Matrilineal, dimana kepala negara atau kerajaan dikuasai oleh garis keturunan dari pihak ibu, namun untuk kepala pemerintahan dan administrator tetap diserahkan kepada pihak yang paling berkompeten. Dalam hal ini pemerintahan tidak bersifat matriarkhi melainkan tunduk pada mekanisme Musyawarah Majelis Agung.
“Keputusan pemerintahan Nassutz sungguh tidak populer. Mengapa semakin tua ia malah menjadi semakin kekanak-kanakan, tingkahnya kini seperti larva!” Kritik seekor Fairyfly[9] disebuah bar menyeletuk, diikuti gelak tawa para pengunjung.
Bagaimanapun, strategi telah disusun, pucuk pimpinan sudah ditunjuk. Hari ini Mound Dome dipenuhi ratusan ribu tentara rayap, mulai dari infantri gerak cepat Elite Nasute sebagai garda terdepan, pasukan ‘beladiri’ Phragmotican, hingga Globullar yang ditugasi mengawal divisi logistik, serta brigade tempur elit super rahasia, Dimorvicon. klan Subterranean Termite sedang bersiap memobilisasi seluruh kekuatannya. Perang besar segera dimulai.
Anthill, julukan untuk semua kota para semut lembah. Sebuah kota tentara berdiri diantara rimbunan rumpun lili. Didepan gerbangya membentang luas padang rumput Gramini, kuning keemasan diterpa matahari sore musim gugur, bagaikan bulu rubah melambai tertiup angin utara yang membekukan. Para pekerja konstruksi klan Red Ants terlihat kelelahan memperbaiki dinding-dinding benteng. Beberapa menara berwarna jingga tempat mengintai musuh yang seakan baru kemarin menjulang megah, kini hanya berbentuk puing-puing. Kenyamanan penduduknya telah lama terusik akibat perang brutal, menyisakan kepedihan ditiap sudut kota.
Chameleon Base, dahulu merupakan Bivouac[12] atau tenda peristirahatan sementara para pedagang antar klan serangga, kemudian berkembang menjadi kota transit yang menghubungkan tiga kerajaan besar: Subterranean Termite, Red Ants, dan Fire Ants. Posisi strategis kota yang bersifat heterogen dengan sistem administrasi dikuasai serangga Myrmica[13] ini kini dihuni berbagai klan serangga mutualis seperti kutu daun, larva kupu-kupu, kepik, dan jangkrik. Mereka dikenal dengan sebutan Myrmecophilian[14], sahabat para semut. Myrmecophile, sekutu klan semut adalah mereka yang selalu bahu-membahu memajukan kota Chameleon Base. Para Aphid (kutu daun) misalnya, keahlian mereka sangat diperlukan dalam memproduksi honeydew[15] dari getah tumbuhan sekitar, sebagai sumber tenaga dan minuman kesehatan dimusim kemarau karena khasiatnya yang menyegarkan. Chameleon Base merupakan kota industri, penyuplai terbesar madu non lebah bagi kota Cathedria, ibukota kerajaan Subterranean Termite, musuh sekaligus sumber devisa. Cukup satu kata untuk menggambarkan situasi ini, ironik.
Langit cerah bertabur bintang, menyambut kadatangan malam yang dingin dibulan September. Jauh kearah matahari terbit terdapat bongkahan membentuk bola lonjong seperti buah labu yang kering dan menghitam menggantung di dahan pohon oak. Disanalah para Wasp si perampok berhura-hura menghabiskan jarahan mereka, mabuk sambil menari diatas hasil jerih payah serangga lain. Wasp adalah serangga predator yang amat kejam. Pekerjaan kotornya menculik larva-larva serangga untuk dijadikan pekerja paksa di tambang-tambang Mudpulp[16] atau dijual ke pasar budak.
Mata ocelli[18] Dominicus Vespulius berkilap menginspeksi anak buahnya. Prajurit-prajurit fanatik dan loyal pada tuannya itu sibuk mempersiapkan peralatan-peralatan perang. sebagian terlihat sedang mengasah sengatnya, ada pula yang mencoba baju zirah yang baru didapatkannya, sementara kelompok lain bergerombol melingkari sebatang jamur untuk menghangatkan diri.
“Sempurna!” teriak sang pemimpin congkak penuh kepuasan. “Dengarlah prajurit-prajurit setiaku, malam ini kalian akan bergabung dengan legiun rayap, dan kita akan membantu mereka menaklukkan Chameleon Base. Persiapkan amunisimu, Runcingkan sengatmu, songsong peperangan di depanmu. Bersiaplah menuju pesta kemenangan! Hai Menara jingga, kami datang…!”
Dengungan sayap-sayap wasp memekakkan telinga, menandai sepasukan besar skuadron tempur tengah bergerak. Laksana awan hitam penuh kutuk, gerombolan perampok itu terbang bergulung-gulung, merampas apa saja dalam jalur perlintasannya. Telur-telur serangga menjadi incaran mereka sebagai sumber energi, bahan bakar terbaik selama perjalanan.
Pasukan koalisi rayap dan wasp berkemah diluar kota, menutup semua akses masuk dan keluar. Ini adalah pengepungan! Meski Perang belum dimulai, namun kegelisahan dibenak prajurit-prajurit semut tergambar pada raut wajah mereka. Faham akan gelagat tak baik ini, Panglima tertinggi Brigade Pertahanan Kota, Gubernur Jenderal Maximus Formicus menenangkah hati para prajurit.
Serasa mendapat suntikan adrenalin, semangat prajurit semut kembali mengalir di pembuluh darahnya. Kepekaan sang jenderal sekali lagi teruji. Namun ia masih bimbang, sampai kapan prajurit-prajuritnya mampu menahan keberingasan tentara Nassutz yang begitu terobsesi pada kotanya? Jawaban yang tentunya hanya didapat setelah peperangan ini usai.
Sebuah gulungan kertas diberikan kepada sang Jenderal. Surat yang dibubuhi stempel pribadi Pemimpin Subterranean Termite, tercetak dari cincin Nassutz Termitius itu berbunyi:
“Dari Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Subterranean Termite
Gubernur Jenderal Maximus Formicus
serdadu musuh telah dibariskan
hendak terbakar dan dilupakan
demi damai yang menenangkan
tinggalkan yang terbijak disisi tuan
Semoga kedamaian selalu menaungi lembah Greystone.”
Satu jam lamanya Jenderal Maximus Formicus termenung sambil sesekali memandangi surat tawaran yang diajukan pemimpin para rayap, surat yang disampaikan dengan gaya metafora itu bermakna sangat dalam dan amat menentukan nasib kota. Otaknya terus berputar, ia menyadari sebuah keputusan beresiko tinggi harus segera diambil. Akankah kedamaian kembali melingkupi Greystone jika ia menuruti tawaran ‘peta jalan damai’ ini? Ataukah kedamaian hanya bisa direngkuh dengan memukul mundur gabungan dua pasukan super masif tersebut dengan tangannya sendiri?
Awalnya ia meragukan beberapa opsi yang diajukan Lord Nazzuts. Bagaimana mungkin ia dapat mempercayai musuh yang selama ini memerangi serta menginginkan kotanya? Dan ia tidak memiliki cukup waktu mendiskusikannya dengan jenderal tertinggi Antius Alpha. Tapi ia tahu bahwa Nassutz Termitius adalah pemimpin yang selalu memegang kata-katanya. Lagi pula dalam sejarah keseranggaan rayap merupakan serangga pemakan kayu yang defensif, tidak suka menyerang. Sebaliknya, klan Red Ants adalah semut karnivora yang bersifat agresif.
Perang terbuka dimulai, pasukan Nassute di sayap kanan bergerak marching mendekati gerbang kota dalam barisan rapat sambil memayungkan perisainya diatas kepala, diikuti satuan kecil tentara wasp terbang di atasnya membentuk formasi menyerang. Brigade bertahan melepaskan bom-bom Cochineal kearah pasukan darat yang sedang bergerak itu. Asap merah mengepul memenuhi medan perang. Secara tiba-tiba satuan super elit Dimorvicon muncul dari balik barisan rapat Nassute kemudian mendobrak gerbang utama kota Chameleon Base. Gerbang kota mulai retak. Belum ada reaksi balasan dari tentara semut yang mengawal gerbang.
Di depan gerbang, Dimorvicon, tentara rayap bertubuh raksasa itu baru saja berhasil menjebol pintu utama. Dalam sekejap satu batalion Phragmotican berhamburan ke pusat kota. Seekor komandan rayap berteriak memerintahkan pasukan berhenti. Ia menyadari sesuatu yang tak lazim sedang terjadi. Jalanan sepi, blokade-blokade kosong, rumah-rumah dan pertokoan tertutup rapat. Benarkah kota kebanggaan para semut telah dikhianati oleh penduduknya sendiri? Pangeran Cubitermius Elithrya turun dari kereta perangnya tersenyum puas penuh kemenangan. “Akhirnya, satu langkah lagi menuju kedamaian” bisiknya.
[1] Globullar adalah kata rekaan dari istilah globular, yang merupakan jenis rayap parajurit berkepala besar (phragmotic), bertugas memblok pintu sarang koloni menggunakan kepalanya untuk menghambat serangan penyusup.
[2] Nasute adalah jenis rayap prajurit yang memiliki nasus (hidung bersengat) beracun.
[3] Stag beetle (Lucanus cervus) adalah sejenis kumbang tanduk. Saat musim kawin mereka memperebutkan betina dengan berkelahi dan sering terlihat seperti atlet yang sedang bergulat.
[4] Phragmotican diambil dari kata phragmotic adalah jenis rayap prajurit yang memiliki capit (mandible) yang berukuran besar.
[5] Odontomasus atau Odontomachus adalah genus dari semut karnivora (pemakan daging).
[6] Desert Locust (Schistocerca gregaria) adalah sejenis belalang gurun yang hidup di semenanjung afrika utara bagian timur dan menjadi hama bagi petani.
[7] Anthroposentris, memiliki cara hidup seperti lingkungan manusia.
[8] Trophallaxis adalah perilaku transfer makanan pada serangga dari mulut ke mulut atau dari anus ke mulut.
[9] Fairyfly atau lalat peri adalah jenis tawon terkecil.
[10] Pseudergate adalah rayap bersayap (laron) yang gagal dalam metamorfosis, sehingga sisa hidupnya hanya berfungsi sebagai rayap pekerja.
[11] Weaver Ants (Oecophylla smaragdina), adalah jenis hewan yang hidup di pohon (Arboreal) dikenal dengan sebutan semut rangrang.
[12] Bivouac adalah sarang sementara sebagai ‘tenda’ yang dipakai dalam migrasi serangga sosial.
[13] Myrmica, genus dari semut merah.
[14] Istilah Myrmecophilian diambil dari kata myrmecophile yaitu organisme yang berasosiasi dengan semut. Secara literal berarti ant-loving, merefer pada hubungan mutualis (simbiosis mutualisme) dengan semut.
[15] honeydew merupakan madu yang dihasilkan oleh kutu daun ketika menyerap getah tumbuhan, madu yang keluar dari anusnya kemudian dimanfaatkan oleh semut.
[16] Mudpulp adalah tanah lumpur atau bubur kertas yang digunakan tawon (wasp) untuk membangun sarang
[17] Braconid, sejenis tawon bersifat parasit bagi serangga terutama ulat dan kutu daun.
[18] Ocelli adalah mata sederhana yang dimiliki serangga seperti tawon dan laba-laba. Dapat merasakan cahaya tetapi tidak bisa mengetahui arahnya.
[19] Brachinus, kumbang tanah yang mampu mengeluarkan dua cairan (hidrokinon dan hidrogen peroksida) yang ketika bercampur menghasilkan senyawa yang sangat panas.
[20] kutu daun cochineal adalah serangga yang selama hidupnya hanya menempel pada sesuatu dan tidak bergerak sama sekali (sessile). Cochineal menghasilkan tepung pewarna yang disebut cochineal, berwarna merah tua (crimson).
[21] Elytra atau elytron, sayap keras pada serangga yang melindungi sayap transparan, terbuat dari zat kitin dan sejatinya merupakan kerangka luar (eksoskeleton)